Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Bahasa Gaul dan Istilah dalam Social Media

Akhir-akhir ini, sering kita membaca beberapa "kata" atau "istilah" yang mungkin terdengar asing di telinga kita. Beberapa istilah ini muncul di beberapa jejaring sosial seperti twitter, facebook, bahkan di forum-forum seperti Kaskus dan lain-lain.

Mungkin banyak yang sudah mengetahui apa saja istilah2 tersebut, tapi mungkin juga beberapa orang belum mengetahuinya, mau tanya agak malu alias gengsi. Ok. mari kita lihat apa saja istilah2 tersebut, yang lebih dikenal dengan "bahasa gaul", sekedar nggak ketinggalan perkembangan.
  • Afgan
    Tahu kan siapa Afgan? Pernah dengar lagunya yang judulnya sadis. Isitilah ini awalnya dipake sama orang-orang di forum jual beli Kaskus. Misal ada iklan, “jual motor, bisa nego, no afgan,” itu artinya, bisa nego tapi jangan sadis!
  • Ajib
    Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu2 baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti “ajib, ajib…. ajib, ajib….”.
  • Akika
    Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
  • Alay
    Banyak versi yang menyebutkan. Mulai dari anak lebay, anak kelayapan, namun yang sering disebut adalah "anak layangan". Konon, istilah ini digunakan untuk menyebut anak-anak yang sering nongol di musik tv. Berambut merah, dan berkulit gelap seperti kebanyakan main layangan gitu. Namun seiring waktu, kata alay sering dipakai untuk anak-anak yang sok eksis, narsis, norak dsb.
  • Anjelo
    Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang saya peroleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.
  • Bais
    Bais berarti habis, cuma di bolak-balik aja susunan hurufnya. “pulsa gw bais, ntr kabarin ya kalo sudah kumpul!”
  • Begichu - Begicyu
    Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.
  • Bispak
    Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai” (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu “just for fun”.Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini tapi dari penelusuran saya, kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96an.
  • Bonyok
    Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan diperiode awal 2000an, ketika bahasa SMS mulai populer di kalangan remaja.
    Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80an dan masih digunakan hingga hari ini.
  • Cengli
    Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghoa dari suku Hokkian. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari2.
    Istilah ini populer di kota Medan sejak tahun 70-an, sekarang mulai populer di Jakarta.
  • Cing
    Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata “cing” biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”
  • Cuy
    Istilah merupakan sebutan buat teman, misalnya "darimana aja cuy". Istilah ini awalnya populer di kota Medan yang biasanya disebut "coy", beberapa tahun terakhir ini populer di jakarta maupun media sosial.
  • Cukstaw
    Kata ini merupakan singkatan dari cukup tahu. Oke, cukstaw! “oh, gitu ya? Fine! cukstaw!”
  • Eaa
    Di Twitter, sering banget gw liat hastag seperti ini. Biasanya #eaaa digunakan seseorang utk nge-tweet kata-kata gombal. Kata ini diciptakan dan dipopulerkan oleh Tukul Arwana, biasanya diucapkan pas Tukul melakukan gerakan yang aneh-aneh.
  • Ember
    Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
  • Fudul
    Kurang lebih artinya sama kayak stalking atau kepo. Digunakan buat menunjuk sifat orang yang want to know something sampe ngorek-ngorek informasi dari mana saja, termasuk jejaring sosial.
  • Galau
    Untuk yang satu ini, sebenarnya memang bahasa indoneisia asli, namun sebelumnya memang kurang populer. Kata galau terdaftar di kamus, artinya perasaan kacau nggak karuan, resah, bimbang. Tapi entah siapa yang memulai. Kata galau mendadak populer di jejaring sosial. Sering muncul dengan #galau dan yang berbau galau kayak #galaucity, #galaugombal, #lagugalau. Bahkan, banyak juga akun Twitter yang menggunakan kata galau. seperti @RadioGalauFM, @galaubijak, @galaugila.
  • Garing
    Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”, "tidak menarik".
  • Gengges
    berasal dari kata ganggu yang diubah dikit, dikasih imbuhan *-es* dibelakangnya. “Gw unfollow ah, soalnya gengges, fotonya sok imut.*
  • Hoax
    Berarti berita palsu, diambil dari kata dalam bahasa Inggris yang berarti cerita bohong. Bisa juga di film Amerika berjudul The Hoax (2006) yang dianggap mengandung kebohongan. Awalnya cuma pengguna Internet di Amerika saja yang make istilah Hoax, tapi lama-lama kata ini menjadi dipakai di seluruh dunia.
  • Jablay
    Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006).Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.
  • Jayus
    Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu.
    Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.
  • Jutek
    Kata ini sering dipake Pekerja Seks Komersil (PSK) di awal tahun 2000-an buat nyebut pria sombong dan jarang senyum. Kata ini akhirnya jadi kata umum yang dipake buat menunjuk orang yang judes, galak dan nggak ramah.
  • Kepo
    Berasal dari kata Kaypoh dari bahasa Hokkien yang dipakai di Singapura dan sekitarnya. Sama seperti fudul. Kepo berarti ingin tahu, mencampuri urusan orang lain, dan nggak bisa diam. Kata ini punya konotasi yang rada negatif. ”Dia udah putus belom sama sih sama ceweknya?”,”iiih, kepo banget si loo!”
  • Kicep
    artinya diem atau mematung biasanya karena malu atau nggak tau apa yang mesti dilakuin. “Langsung kicep gw begitu ngeliat soal ulangan Fisika…”
  • Kool
    Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay
  • Lebay
    Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yg mereka bawakan, dan biasanya digunakan untuk “mencela” orang yang berpenampilan norak.
  • Lebeh = Lebay
    perkembangan dari kata lebay yang juga merupakan bahasa populer sejak sekitar tahun 2006, yang artinya berlebihan. “Nggak ketemu cowok gw sehari rasanya nggak ketemu setahun”” Iiih, lebeh lo!”
  • lol
    Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.
  • Mager
    Singkatan dari kata males gerak. “laper tapi mager.”
  • Meneketehe
    Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000-an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.
  • Menel
    Menunjukkan pada perilaku centil demi menarik perhatian orang yang disukai.
  • Meper
    Adalah mengelapkan tangan yang kotor atay terkena sesautu secara diam2, bisa ke tembok, baju orang lain dll.
  • Narsis
    Bukan istilah baru sih. Tapi mungkin banyak yang belum tahu, narsis juga punya legenda lho. Berasal dari cerita yunani, ada seseorang lelaki tampan bernama Narcissus yang menolak cinta seorang cewek bernama Echo. Kemudian patah hati dan mengutuk Narcissus buat jatuh cinta dengan bayangannya sendiri di kolam. Sekarang, kata narsis digunakan buat menggambarkan orang yang terlalu suka sama diri sendiri, salah satu tandanya adalah hobi banget foto sendiri.
  • Oretz
    Artinya oke, berasal dari bahasa Inggrs, “all right” yang diplesetin penulis maupun pengucapannya.
  • Palbis
    Singkatan dari kata-kata “PALING BISA.” Cobaan terberat itu saat ngeliat tweet kamu sama dia..””Yelah, palbis lo, hahah!”
  • Pecah
    Istilah ini biasanya digunakan buat mengomentari hal-hal yang keren, gokil, heboh. “Rugi lo nggak dateng, pecah banget acaranya semalem!”
  • PM
    Private Message, yang berarti kiriman pesan yang hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja, misalnya lewat inbox.
  • Peres
    artinya palsu, bohong, nggak tulus.
  • Prikitiew
    Jangan ditanya deh. Istilah ini sering kita dengar lewat lawakan si Sule. Penggunaannya hampir mirip dengan “cieee” atau “ihiiy”.
  • Pundung
    Berasal dari bahasa Sunda, artinya tersinggung, ngambek dan kesel.
  • Rempong
    Berarti ribet, repot atau rese. “Ngapain sih lo telepon gue tengah malah gini? Rempong deh!”
  • Selfie
    Istilah ini baru muncul sejak tahun 2014, berasal dari istilah media social yang penggunanya dari luar Indonesia, akhir-akhir ini mulai banyak digunakan oleh pengguna media social asal Indonesia.
    Istilah "selfie", kira-kira berarti orang yang suka foto diri sendiri dan dipamerkan di media social seperti facebook dan lain-lain, kadang dengan gaya narsis.
  • Selon
    Bisa diartikan santai, slow, pelan-pelan
  • Sokil Gob
    Merupakan plesetan dari kata “Gokil,sob!” Artinya sama aja kayak gokil, yaitu gila tapi dalama artian positif. Biasanya dipake buat menggambarkan sesuatu yang heboh, lucu atau unik. Sedangkan sob adalah kebalikan dari kata bos, yang biasa digunakan sebagai pangggilan akrab untuk seseorang.
  • Spupet
    Plesetan dari kata sepupu.
  • Sutralah !
    Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.
  • Ucul
    berasal dari kata lucu, cuma dibolak - balik.
  • Unyu
    Kata ini berasal dari kata “Oh no”, yang sengaja diplesetin jadi Onyo biar terkesan lucu. Ada juga yang bilang kaloa unyu berarti anak anjing dari bahasa Sanskerta. Yang jelas, kata ini sering dipake untuk menunjukkan hal-hal yang lucu, imut, ngegemesin.
  • Yalsi
    Ucapkan kata yalsi berulang-ulang, kata baru apa yang kita dengar? Yalsi merupakan plesetan dari kata sial. “Omongan nggak nyambung gara-gara BBM pending, yalsi!”
  • Yiuk….!! :
    Kata yang merupakan bentuk ajakan ini dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.
  • Bor
    Sama seperti bro, sob, brad, sist dll.
  • Hoax
    seperti isu atau sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. namun isu ini berlebihan. omong kosong
  • ILFEEL
    Merupakan kepanjangan dari ilang feeling yang artinya mirip dengan kata gak suka
  • Prikitiw
    adalah celetukan yang ditujukan kepada seseorang atau pasangan yang kedapatan sedang saling flirting atau intim
  • Asap
    as soon as possible, makutnya sesegera mungkin
  • GWS
    get well soon → semoga cepat sembuh 
  • OTW
    berasal dari on the way = sedang di jalan 
  • PHP
    Pemberi Harapan Palsu 
  • Ababil
    sebutan yang merupakan akronim dari Anak Baru Gede Labil / ABG Labil









Bahasa Simalur

Bahasa Simalur atau disebut juga bahasa Simeulue. Adalah bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang berdiam di pulau Simalur, yang berada di tengah laut pesisir sebelah barat provinsi Nanggroe Aceh.

Kelompok bahasa: Austronesian
Kerabat terdekat: Nias

Contoh bahasa Simalur:

  • (h)ata = orang / manusia
  • aea = ayah
  • aeu-aeu = tongkat / kayu
  • afala = merah
  • afalu = baru
  • afas'' = basah
  • ahoe = api
  • akar = akar
  • ak'n = dekat
  • alife = sayap
  • ama = ayah
  • amb'' = ayah
  • ambi' = sayap
  • ambig = sayap
  • am'ng'an = untuk membunuh
  • an = untuk makan
  • an = untuk makan
  • ana' = anak
  • anawan = kanan
  • angen = angin
  • angk'x = mengendus , mencium
  • ango' = untuk bernapas
  • ant:' = telur
  • arifalang = bahu
  • as'ng = untuk bernapas
  • asila = garam
  • asin = laut
  • asu = anjing
  • awan = awan
  • axoe = api
  • ba' = tidak, tidak
  • baba = mulut
  • ba'ba = mulut
  • ba'la = pasir
  • bala = hati
  • bala = merah
  • balal = hari
  • baliki = rumput
  • bantae = daging / daging
  • batu = batu
  • bawa = bulan
  • b':ngi = malam
  • bebi' = kulit
  • b'lal = merah
  • b'ngae = worm ( cacing tanah )
  • besil = perut
  • b'sil = perut
  • besil sito' = usus
  • bintun = bintang
  • bo' = bulu
  • bo = buah
  • fo = buah
  • bolud = basah
  • bolung = daun
  • bontor = tongkat / kayu
  • borung = burung
  • bu' = bulu
  • bukan(ne) = lain
  • burung = burung
  • dala = darah
  • d'anang = merah
  • delum = jarum
  • dila = lidah
  • dio = engkau
  • dungdung bulu = rumah
  • :r': = membosankan , tumpul
  • ede = ini
  • ere = ini
  • e'dio = engkau
  • ehen = gigi
  • 'lal = abu
  • 'lor = laut
  • 'nae = ikan
  • 'nas = ikan
  • enawan = kanan
  • enixi = untuk bermimpi
  • 'pi' = wanita / perempuan
  • 'r'' = untuk tidur
  • et'm = hitam
  • funu = untuk membunuh
  • hanting = tipis
  • id'ao-id'ao = hijau
  • ina = ibu
  • inalib = awan
  • inalig = awan
  • in'm = untuk minum
  • isi = daging / daging
  • ix'n = gigi
  • ixung = hidung
  • kao' = tangan
  • kaxan = nama
  • koeu' = telinga
  • koxum-ba':' = labah-labah
  • koxung = labah-labah
  • kuning = kuning
  • lahalöng = worm ( cacing tanah )
  • lant'a = bumi / tanah
  • lawal-lawal = labah-labah
  • laxalöng = worm ( cacing tanah )
  • l':x': = rumah
  • lengg'l = leher
  • l'ngkol = langit
  • l'pol = bumi / tanah
  • lifud = hujan
  • limpo = hati
  • luma = rumah
  • ma' = ibu
  • mahae = baru
  • mala'al = kering
  • malaea' = kering
  • mano'-mano' = burung
  • masare' = semua
  • mata = mata
  • mata'a = kering
  • matam balal = hari
  • m''r'' = untuk tidur
  • met'm = hitam
  • mopori = tebal
  • mu- = engkau
  • nehe' = tipis
  • o = engkau
  • oeu' = telinga
  • oi' = air
  • oil = air
  • olol = hujan
  • o'ol = hujan
  • papa' = ayah
  • ratung = worm ( cacing tanah )
  • sado = semua
  • safun = kabut
  • saro' = debu
  • sawa = ular
  • silafae = wanita / perempuan
  • silai = pria / laki-laki
  • sion = jarum
  • si'u = tangan
  • sod = tulang
  • taun = tahun
  • teb'l = merokok
  • t'lab = merah
  • tete = kembali
  • tiu' = tikus
  • totu' = payudara
  • tu'a = tua
  • tungao = jarum
  • ulu = kepala
  • umar = merah
  • uri = kembali
  • uru = membosankan , tumpul
  • utu = caplak
  • x'neng = untuk mengubah
  • xun = tongkat / kayu
  • xuru = membosankan , tumpul
  • ya'o = engkau


Bilangan:

  • ? = satu
  • daro = dua
  • do = dua
  • dua = dua
  • duo = dua
  • ru = dua
  • rua = dua
  • t'lo = tiga
  • t'lu = tiga
  • tigo = tiga   '.. ("tigo", kata serapan dari bahasa pendatang)
  • at = empat
  • aka = empat
  • ampe' = empat
  • dahad = empat
  • lima = lima
  • limo = lima  '.. ("limo", kata serapan dari bahasa pendatang)
  • anam = enam
  • n'm = enam
  • sixi = tujuh
  • siwa = sembilan
  • sambilan = sembilan
  • ? = sepuluh
  • ? = duapuluh
  • ? = limapuluh
  • ? = seratus
  • ? = seribu


source:
language.psy.auckland.ac.nz

Bahasa Yang Terancam Punah di Indonesia

Indonesia memiliki ratusan hingga ribuan bahasa daerah yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa bahasa-bahasa daerah di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini berada diambang kepunahan. Hal ini diakibatkan oleh dominannya suatu bahasa yang penuturnya lebih besar hingga menekan bahasa yang penuturnya lebih sedikit. Akibatnya penutur bahasa yang lebih sedikit lambat laun mulai meninggalkan bahasa ibunya, dan menggunakan bahasa yang dominan di wilayah mereka. Hal lain yang menjadi penyebab utama hampir punahnya bahasa daerah tersebut adalah bahasa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia, yang pada awalnya digunakan sebagai bahasa pengantar dan bahasa pemersatu berbagai suku di Indonesia, mulai mengancam mengancam keberadaan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.

Penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai bidang kehidupan merupakan salah satu penyebab punahnya beberapa bahasa daerah di Indonesia. Dengan semakin mendominasinya bahasa Indonesia, yang digunakan dalam berbagai kegiatan, acara maupun media radio, televisi dan surat kabar menjadi ancaman tersendiri bagi bahasa-bahasa daerah di Indonesia ini.

Belakangan ini banyak sekali bahasa daerah mulai terancam punah, bahkan beberapa bisa dikatakan telah punah. Terancam punah ini berarti pengguna bahasa atau penutur bahasa tersebut jumlahnya sedikit. Berkisar antara 5-200 orang, diantaranya, adalah:
  • Bahasa Lom (Sumatera) hanya 50 penutur.
  • Bahasa Budong-budong ( Sulawesi ) hanya 70 penutur.
  • Bahasa Dampal ( Sulawesi Tengah ) hanya 90 penutur
  • Bahasa Bahonsuai ( Sulawesi Tengah ) hanya 200 penutur.
  • Bahasa Baras ( Sulawesi Tengah ) hanya 250 penutur.
  • Bahasa Lengilu (Kalimantan ) hanya 10 penutur.
  • Bahasa Punan Merah ( Kalimantan ) hanya 137 penutur.
  • Bahasa Kareho Uheng ( Kalimantan ) hanya 200 penutur.
  • Bahasa Hukumina ( Maluku ) hanya 1 penutur.
  • Bahasa Kayeli ( Maluku ) hanya 3 penutur.
  • Bahasa Nakaela ( Maluku ) hanya 5 penutur.
  • Bahasa Hoti ( Maluku ) hanya 10 penutur.
  • Bahasa Hulung ( Maluku ) hanya 10 penutur.
  • Bahasa Kamarian ( Maluku ) hanya 10 penutur.
  • Bahasa Salas ( Maluku ) hanya 50 penutur.
  • Bahasa Mapia ( Papua ) hanya 1 penutur.
  • Bahasa Tandia ( Papua ) hanya 2 penutur.
  • Bahasa Bonerif ( Papua ) hanya 4 penutur.
  • Bahasa Saponi ( Papua ) hanya 10 penutur.
  • Bahasa Sikka ( NTT ) < 500 penutur.

Bahasa daerah adalah salah satu budaya bangsa yang perlu dilestarikan melalui berbagai cara. Tetapi belakangan ini penggunanya semakin hari semakin berkurang. Menurut beberapa ahli, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
  • dominasi bahasa Indonesia
  • dominasi bahasa daerah lain di wilayah mereka
  • penggunaan bahasa daerah yang jarang
  • lebih suka menggunakan bahasa daerah lain yang lebih dominan
  • merasa gengsi atau malu menggunakan bahasa daerahnya sendiri
Oleh karena itu perlu melestarikan budaya bangsa sebagai wujud nasionalisme dan cinta Tanah Air yaitu melalui penggunaan bahasa daerah.

Dengan banyaknya cara pelestarian budaya berbahasa daerah, salah satunya melalui pendidikan formal, membuat kami berusaha untuk mencari beberapa gagasan yang dapat membantu pelestarian yaitu diantaranya melalui kegiatan seperti pembentukan komunitas dengan penggunaan bahasa daerah sebagai sarana pelaksana dan sosialisasi sebagai penjelas dari pembentukan komunitas ini.

Bahasa Mori, Sulawesi Tengah

Bahasa Mori, adalah salah satu bahasa yang diucapkan oleh suku Mori di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.

Klasifikasi: Austronesian, Malayo-Polynesian, Celebic, Eastern, Southeastern, Bungku-Tolaki, Western, Interior

Dialek: Impo, Molio’a, Molongkuni, Tambee (Ajo, South Mori, Tambee, Zuid-Mori), Ulu Uwoi.

perbendaharaan kata:
  • bɒh = dingin
  •  bɒm = kusam, tumpul
  •  bɜ = garam
  •  bi = laut
  •  boing = berenang
  •  ca = angin
  •  cah = belakang
  •  càng = kaki
  •  càng = hidup
  •  cɔn = ikat
  •  cɔng = bakar
  •  cɛˀ = makan
  •  cɛ̀a pang = laba-laba
  •  cɜ̀k = tali
  •  cəmùˀ = nama
  •  chak ɲòn = dekat
  •  chɒt = mati
  •  chɔh = ludah
  •  chɔp = pikir
  •  chəlɔˀ = kapan?
  •  chɜng = bau
  •  chim = darah
  •  choa = rumput
  •  coa = kutu
  •  còing = jahit
  •  cùt = tulang
  •  daik = air
  •  daik mìt = kuning
  •  dɒp = kepala
  •  dap dao = hijau
  •  dɔn = sempit
  •  dɜ = peras
  •  deh = dia
  •  dɜk = basah
  •  doa = dalam, di dalam
  •  dot = kecil
  •  duh = tumbuh
  •  əhmo = di bawah
  •  əlɒ = mana?
  •  ətao = di atas
  •  hài = kunyah
  •  hɒm = kata, bilang
  •  hɔeˀ = rumah
  •  həap = menguap
  •  həcɒt = bunuh
  •  həcem = burung
  •  həcòˀ = duduk
  •  hədoa = dalam, di dalam
  •  həkɜ̀ = guntur
  •  həket = merah
  •  həlɒ = bagaimana?
  •  həmai = telur
  •  həmɜk = mengalahkan
  •  həmit = nyamuk
  •  hənɛk = mengalahkan
  •  həpɛk həlɛng = tusuk
  •  həram = debu
  •  hətaˀ = ekor
  •  hətah = belok
  •  hətao = berdiri
  •  hətaoˀ = bulan
  •  hətɔe = pasir
  •  hətɔm = malam
  •  hətom = jatuh
  •  hətòn = sembunyi
  •  həwɛ̀ˀ = malu
  •  hla = danau
  •  hlaˀ = daun
  •  hloa = luas
  •  hloing = tidur
  •  hnam = kulit
  •  hnam = tahun
  •  hnɔng = bintang
  •  hneang = sayap
  •  hnòk = besar
  •  hòa = jauh
  •  hwò = aliran
  •  kaˀ = ikan
  •  kɒ = dan
  •  kɒh = putih
  •  kao = bunga
  •  kɔˀ = leher
  •  kɔh = kering
  •  keak = tajam
  •  kəcɔk = hitam
  •  kɛ̀h = kata, bilang
  •  kəlì = petir
  •  kɜ̀m = hangat
  •  kəmɔe = atap
  •  kəmɔeˀ = baru
  •  kəmot = rumput
  •  kəmot = api
  •  kənɔh = lain
  •  kənoing = jarum
  •  kəpɔˀ = mimpi
  •  kərɜ̀ˀ = nangis
  •  kətɒ = berdiri
  •  kətaik = lidah
  •  kətɒp = kabut
  •  kəto = telinga
  •  khɒh = baik
  •  khai = menggali
  •  kìˀ = sakit
  •  kit = gigit
  •  klat = muntah
  •  klɔh = lempar
  •  klɔing = lemak / minyak
  •  klɔt = mencuri
  •  klèˀ = pendek
  •  klɜ = anjing
  •  klɜng = datang
  •  klòing = panjang
  •  klon = kerja
  •  kòk = dingin
  •  kon = anak
  •  kràng = tertawa
  •  kraoh = laki-laki
  •  kraoh = suami
  •  krɔe = tipis
  •  krɔt = usus
  •  krɜ̀h = hati
  •  krɜ̀p = hutan
  •  kut = potong
  •  kwaik = berjalan kaki
  •  kwàn = mendaki
  •  kwàt = garuk
  •  kwɛ̀ˀ = menghindar
  •  lèˀ = kayu
  •  mɔˀ = batu
  •  mɛ̀ˀ = ayah
  •  mìˀ = ibu
  •  mòˀ = apa?
  •  mòing = dengar
  •  mòt = mata
  •  mòt pròa = awan
  •  mùh = hidung
  •  nah = bahu
  •  naing = cabang
  •  ɲàt = lihat
  •  nɔˀ = ini
  •  nɔeˀ = tikus
  •  ɲɛ̀h = mereka
  •  ɲɛ̀h-kòh = siapa?
  •  ngɛ̀ak = gigi
  •  ngoa = hari
  •  nìh = orang / manusia
  •  oa = saya
  •  op = sembunyi
  •  pai = kiri
  •  paik = membagi
  •  paing = mulut
  •  pak = tiup
  •  paoˀ = bengkak
  •  pɔ = terbang
  •  pɔk = buka
  •  pɔn = tembak
  •  pɔp = kotor
  •  pɛ̀ak ròp = berburu
  •  pèh = kau
  •  pɜng = kanan
  •  pɜ̀ng = perut
  •  pəreˀ = buruk, jahat
  •  pərom = kering
  •  pərùn = cacing (cacing tanah)
  •  pətɔing = abu
  •  phɔik = takut
  •  phyun = daging
  •  poi = kita
  •  prɛ̀a = perempuan
  •  prɛ̀a = istri
  •  pròa = hujan
  •  pùˀ = putih
  •  pyùˀ = tua
  •  ràn = beli
  •  rɜ̀h = akar
  •  rɜ̀h = hitung
  •  ròp = pegang
  •  rùi = pilih
  •  sɒm = semua
  •  sàng = berat
  •  sɔt = buah
  •  sɜng = minum
  •  sok = rambut
  •  sok = bulu
  •  sòt = hisap
  •  sùm = ular
  •  taˀ = ayah
  •  tɒ = tanam
  •  tɒm = tebal
  •  tɔeˀ = bumi / tanah
  •  tɔh = susu, payudara
  •  teˀ = bahwa
  •  tɜ̀ = jalan / jalur
  •  tɛ̀h = benar
  •  tɛk = pukul
  •  təkah = langit
  •  tɛm = tahu
  •  təngèt = peras
  •  thɒˀ = lempar
  •  toa = tangan
  •  toik = baring
  •  tom = masak
  •  tòm = jatuh
  •  ui = busuk
  •  yɛ̀ak = rokok
  •  yɜ̀m = bernafas

bilangan:
  •  mòa = satu
  •  ba = dua
  •  pɔeˀ = tiga
  •  pɔn = empat
  •  məsɔn = lima
  •  kərao = enam
  •  həpɔh = tujuh
  •  həcam = delapan
  •  həcit = sembilan
  •  cɔh = sepuluh
  •  ? = duapuluh
  •  ? = limapuluh
  •  klɔm = seratus
  •  ngìm = seribu

sumber:
  • philippinepost.blogspot.com
  • language.psy.auckland.ac.nz
  • ethnologue.com/language/mzq
  • wikipedia
  • dan sumber lain

Bahasa di pulau Jawa

Pulau Jawa, memiliki beberapa bahasa yang diucapkan oleh suku-suku bangsa di pulau Jawa.

Bahasa-bahasa di pulau Jawa:
  • Baduy 
  • Banten 
  • Betawi 
  • Jawa 
  • Kangean 
  • Madura 
  • Osing 
  • Pecok 
  • Sunda
  • Tengger

Bahasa di pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan, dihuni oleh penduduk asli lebih dari 405 suku dayak yang berbicara dengan banyak ragam bahasa dan dialek. Selain itu pulau Kalimantan juga dihuni oleh beberapa etnis Melayu yang berbicara dengan beberapa dialek Melayu.

Bahasa di pulau Kalimantan:

Bahasa di pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi, terdapat banyak bahasa, yang dituturkan oleh berbagai macam suku bangsa yang bermukim di pulau Sulawesi serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Bahasa di pulau Sulawesi

Proto

Bahasa di pulau Sulawesi terdiri dari 5 rumpun:
  • rumpun Celebic, 
  • rumpun Filipina, 
  • rumpun Melayik, 
  • rumpun Sama-Bajau, 
  • rumpun Sulawesi Selatan 

Rumpun Celebic (Rumpun Sulawesi)
  • Andio 
  • Bada 
  • Bahonsuai 
  • Balaesang 
  • Balantak 
  • Bambam 
  • Banggai 
  • Baras 
  • Batui 
  • Behoa 
  • Boano 
  • Bobongko 
  • Bonerate 
  • Bungku 
  • Busoa 
  • Cia-cia 
  • Dondo 
  • Kaili Da'a 
  • Kaili Ledo 
  • Kaili Unde 
  • Kaimbulawa 
  • Kalao 
  • Kamaru 
  • Kioko 
  • Kodeoha 
  • Koroni 
  • Kulisusu 
  • Kumbewaha 
  • Laiyolo 
  • Lasalimu 
  • Lauje 
  • Liabuku 
  • Lindu 
  • Moma 
  • Mori Atas 
  • Mori Bawah 
  • Moronene 
  • Muna 
  • Napu 
  • Padoe 
  • Pamona 
  • Pancana 
  • Pendau 
  • Rahambuu 
  • Rampi 
  • Saluan 
  • Sarudu 
  • Sedoa 
  • Taje 
  • Tajio 
  • Taloki 
  • Tolaki 
  • Tomadino 
  • Tombelala 
  • Tomini, Tialo
  • Topoiyo 
  • Totoli 
  • Tukang Besi Selatan 
  • Tukang Besi Utara 
  • Uma 
  • Waru 
  • Wawonii 
  • Wolio 
  • Wotu

Rumpun Bahasa Filipina
  • Bantik 
  • Bintauna 
  • Bolango 
  • Buol 
  • Gorontalo 
  • Kaidipang 
  • Lolak 
  • Mongondow 
  • Ponosakan 
  • Ratahan 
  • Sangir 
  • Suwawa 
  • Talaud 
  • Tombulu 
  • Tondano 
  • Tonsawang 
  • Tonsea
  • Tontemboan

Rumpun Bahasa Melayik
  • Makasar, dialek melayu 
  • Manado, dialek melayu

    Rumpun Sama-Bajau
    Rumpun Sulawesi Selatan
    • Aralle-Tabulahan 
    • Bentong 
    • Budong-Budong 
    • Bugis
    • Bugis, dialek
    • Bonerate 
    • Campalagian 
    • Dakka 
    • Duri 
    • Enrekang 
    • Kalao 
    • Kalumpang 
    • Konjo Pegunungan 
    • Konjo Pesisir 
    • Laiyolo 
    • Lemolang 
    • Maiwa 
    • Makassar
    • Malimpung 
    • Mamasa 
    • Mamuju 
    • Mandar 
    • Panasuan 
    • Pannei 
    • Seko Padang 
    • Seko Tengah 
    • Selayar 
    • Tae' 
    • Talondo' 
    • Toala' 
    • Toraja
    • Toraja-Sa'dan 
    • Ulumanda'

      Bahasa Ambon Allang

      Bahasa Ambon-Allang, adalah salah satu dialek dari bahasa Ambon Maluku. 

      Klasifikasi: Malayo-Polynesian

      Kamus:
      • acuh = lelekisma
      • ada = he, mise, ria, raiaya, se
      • adat = adate
      • adik = wale
      • air = weilu
      • air laut = meita
      • air naik = seko
      • air surut = mite
      • air tawar = weilu
      • akal- akale
      • akang punya = ina
      • akibat = ulana
      • alas = naeu
      • alat memarut = lapa, tala
      • ale = wale
      • ale punya = amu
      • allang = alane
      • ambil = tana
      • ambon = aponu
      • amerika = amerika
      • ampun = ampun
      • anak = ana, koho, kohonananu
      • anak panah = orea
      • angin = aninu
      • angin ribut = lihuta
      • angkat = loit
      • angkat bubu = talia
      • anjing = aso
      • antara = antar, antara
      • anyam = kasi, raku
      • apa = unsa
      • apa-apa = saesasiu , lihat : sae
      • api = awo
      • aren = maka
      • aro-aro = a’olita
      • asam = malinu
      • asap = peita
      • ascend = hua
      • asma = kasnawata
      • asturalia = australia
      • atap = kaha
      • atas = hahanu, lete
      • atau = pi
      • atur = atur
      • ayam = manua
      • babi = haho
      • bagaimana = unapa
      • bagi = rama
      • bagian = hama, pale
      • bagian bawah = lihu
      • bagian bawah perut = tahunu
      • bagian darat = la
      • bagian laut = lo
      • bagini = unanei
      • bagitu = unama
      • bagus = ntola, intola, ntola
      • bahasa = sou
      • baik = iyana
      • baju = lapunu
      • baju jangkar = bubu, ilita
      • bak = bak
      • bakal = era
      • bakar = tunu
      • baku = masing , lamunu
      • bakul = lahanu, taha
      • balas = husai
      • balik = hali
      • balum = tau
      • bambu = oulu, telenu
      • bambu = wanata
      • bambu betung = telhuo
      • bambu duri = tewa-tewa
      • bambu pagar = pagare
      • bambu racun = tui
      • bambu tomar = tomolu
      • baner = lareli
      • bangun = hanu
      • banjir = henelu
      • bantal = karnulu
      • banyak = he’enu
      • bapak = ama, papa
      • barang = lohari, saelohari, sae
      • barat = halata, hale
      • baru = hilo
      • basah = lopo
      • batang = etena, hatana
      • batu = hato
      • batuk = puhu
      • batuk serang ayam = tipilu
      • batul = sasiri
      • bauh = hounu
      • bawa = kae, tepu
      • bawa dalam baju = laha
      • bawa dekat dada = liku
      • bawang = bawang
      • bayar = seli
      • bayem = paenu
      • belah = ha’a
      • belajar = ajar
      • belakang = mulinu
      • belanda = belanda
      • belanda = wolanda
      • belanja = pasnahilu
      • beli = sahilu, sali
      • benam = sina
      • bensin = bensin
      • benteng = benteng
      • berak = lumei
      • berapa = ilai, lapila
      • beras = ala
      • berat = muhila
      • berbuah = puhunua
      • berdiri = kelenu
      • berenang = tuhu
      • bereskan = paseleu
      • berhenti = berhenti, brenti
      • beri = lope
      • berjalan = sanapau
      • berkata = hetenu
      • berlayar = sopalu
      • bersama = palaloi
      • bersih = marhina
      • bersin = hute’e
      • bertelu = patilo
      • bertiup = kihu
      • besar = elake, ilata
      • besok = nalisa
      • beta = ai, au
      • beta punya = aku
      • betul = iyana, manisa
      • biasa = biasa
      • bibir = hihilu-ulunu, lihat bibir, hihilu
      • bican = pate
      • bicara = lepa
      • biking api = palehi
      • bingun = hili
      • biru = biru
      • bisa = bisa
      • bisu = naonao
      • bisul = ulumutulu
      • boba = inari
      • bodoh = konanahao
      • boleh = bole
      • buah = huanu
      • buah pelir = lasilu
      • bual bual = horale
      • buang = hiru, kisi, lekekesia, nahu
      • buat = puna
      • buat basah = topo
      • buaya = huwae
      • bubu = huho
      • bubu kecil = lapepeta, lihat bubu = lepe
      • bubur = bubure
      • bujangan = kareu
      • buka = hera
      • buka bubu = tila
      • buka pintu = mitalulunu
      • buku = buku
      • buku = tapunu, utahuri
      • bulan = hulanu
      • bulu = wanata
      • bulu = wanata
      • bulu betung = telhuo
      • bulu duri = tewa-tewa
      • bulu pagar = pagare
      • bulu racun = tui
      • bulu tomar = tomolu
      • bumi = umi umenu
      • bundar = rololu
      • bunga = pauri, sowori, uturi
      • bungsu = pakamule
      • bunuh = hunu
      • buru-buru = matahae
      • busuk = pota
      • buta = matapute, pute
      • cabe = eili
      • cabur = sahu
      • cabut = hihu
      • cacar = saelati
      • cacing = ulu
      • cacing laut = lakulu
      • cacing tanah = puka
      • cairan = weina
      • cambuk = hoha
      • campak = sarampa, kisi
      • capai = kolau
      • cari = sewa
      • cari tahu = sue
      • caritera = caritra
      • cece = upo
      • celana = kata
      • celup = lema
      • cemara = lawelu
      • cempeda = ana’a
      • cengkeh = pakalawantu
      • cepat = kakei
      • ceregen = ceregen
      • ceret = silinu
      • cerita = paltenu
      • cermin = cermine
      • cium = boka
      • cium bau = pahuniunu
      • coba = coba
      • cokelat = coklat
      • cubit = tuke
      • cuci = musu
      • cuci muka = pandalu
      • cuci pakaian = patanoi
      • cucu = upo
      • cuka = upio
      • cuup = malumae
      • dada = iluta
      • dagu = alalihunu
      • dahi = isinhahanu
      • daki = laeit
      • dalam = halalenu
      • dan = laha
      • dapat = supu
      • dapur = huto
      • darah = lalai
      • dari = hilu, la
      • dari atas = lalete
      • dari barat = lahale
      • dari bawah = lahale
      • dari hutan = puka
      • dari mana = lapae, lahapa
      • dari timur = lali
      • dasar = wakanu
      • dasar laut = salo
      • datang = lae
      • daun = huta, lounu
      • daun gatal = sala
      • daun sagu = leru
      • daun sirih = kandounu
      • dayung = ahata
      • dekat = masu
      • delapan = walu
      • demam = lirinu
      • dengan = laha, lahu, tia
      • dengar = paneneu
      • depan = minanu
      • dermaga- titalu
      • desa = hina
      • desah, hoso
      • di = he, ne, se
      • dia = mane
      • dia punya = mana
      • diam = ndene
      • dimana = hapa
      • dinding rumah = lesta
      • dingin = paliri
      • disini = hanei, nei
      • disitu = hama, haulise
      • dong = mati
      • dong dua = matua
      • dong punya = matir
      • dua = lua
      • dubur = wakarowo
      • duduk = tolanu
      • duku = duku
      • dukun = maule
      • dukung hitam = suanggi
      • dulu = minanu
      • duri = maralu
      • durian = durenu
      • ekor = eluna
      • ela = ela
      • ember = ember
      • empat = ati
      • enak = ntele
      • enam = neni
      • gaba-gaba = lounu
      • gadis = undua
      • gali = hei
      • gampang = gampang
      • gantung = lole
      • garam = sila
      • garuk = kakinu
      • gata-gata- atanu
      • gatal = rene, kapapileu
      • gelambir = gelambir
      • gelas = glas
      • gelikan = kili-kili
      • gemetar = hehele
      • gempa bumi = wisolu
      • gemuk = rukunu
      • gendong = haha
      • gereja = misa
      • gesik = kueta
      • geyang = kaenu
      • gigi = niria
      • gigit = kie
      • gili = sikilu
      • gili-gili = kili-kili
      • goreng = gorenu
      • gosok = pulu
      • goti = lipita
      • goyang = kalirota
      • gubernur = gobenor
      • gula = nasu
      • guling = loli
      • guna = guna
      • guna-guna = maolete
      • gunter = kukulu
      • gunung = nunua, ulatuanu
      • guru = tungguru, guru
      • habis = posia
      • half = setengah
      • hamil = hamil
      • hampir = masu
      • hangat = pikuta
      • hanya = to
      • harga = hilana
      • hari = pito
      • hari ini = nawenae
      • harus = ause
      • harus = harus, musti,
      • hati = hutua
      • helai = ulu
      • hias = hias
      • hijau- biru
      • hinggap = hua
      • hitam- meteta
      • hiu = wiwo
      • hotel = hotel
      • hujan = ulanu
      • hulu = ulanu
      • hutan = waslalinu
      • hutang = panghitinu
      • ibadah = misa
      • ibu = ina, mama
      • ikan = bubara,
      • ikan = hulipaser, lalosi
      • ikan = ianu
      • ikan bubara = inu walo, ianu
      • ikan jurung = walo
      • ikan lalosi = ianu aenu
      • ikan tola -tola
      • ikat = heke
      • ikat konde = wito
      • ikut = esui
      • indah = moso, ntola
      • ingatan = palalae
      • ini = hinei
      • ipar = roua
      • iris = kukuru
      • isap = rosou
      • isi = isinu, kato
      • islam = moru
      • isteri saudara laki-laki dari ibu = yaya
      • istetri = kawenu
      • istirahat = istirahate
      • itu = hama, hima
      • itu punya = ina
      • iya = iyo, ya
      • jadi = una, jadi
      • jagung = jagung
      • jahat = jahate
      • jahe = siwa
      • jala = uweta
      • jalan = lalanu
      • jalan-jalan = luwai
      • jam = oras
      • jambu = jambu
      • jamur = pu’unu
      • jangan = ya’a, naka
      • jangkar = tanamata
      • janji = jaji
      • jantung = osona
      • jaring = jarenu
      • jarum = eta
      • jatuh = mulu, kate
      • jauh = luo
      • jawab = suhu
      • jelek = haenu, itanotal, ntola
      • jemur = pakualia
      • jendela = jendela
      • jengger = jengger
      • jerat = houlu
      • jeruk = mause
      • jilat = lamun
      • jinjing = wara
      • jual = paulili
      • jualan = jualari
      • juga = lahue
      • jumat = ari
      • junjung = ririnu
      • kacamata = cermine
      • kacang = kacang
      • kadal = upue
      • kakek = a’a
      • kaki = ei
      • kaku = mamule
      • kalau = kalau
      • kalian = imi
      • kalian beruda = irua
      • kalian punya = imir
      • kamar tidur = lumisinu
      • kambing = pipe
      • kami = ami
      • kami punya = amir
      • karena = tagal
      • kari = sumuru
      • karun = lahanu
      • karung = aluta
      • kasbi = kasbi
      • kasih sayang = sayang
      • katong = ami
      • katong berdua = arua
      • katong punya = ite, iter
      • kaya = kaya
      • kayu = likata
      • kayu waru = waru
      • ke = he
      • ke sana = hama, nise
      • ke timur = ndi
      • keatas = ndete
      • kebarat = nale
      • kebawah = nehe
      • kebenaran = kebenaran
      • kebun = lawa
      • kecil = koki, ananu, koile
      • kedalam = lemata
      • kedarat = hila, nda
      • kejangkitan = bajangke
      • kejut = hitilia
      • keladi = inanu
      • kelapa = nuelu
      • kelaut = hilo, ndo
      • kelelawar = ralunu
      • kelengkapan = kelengkapan
      • kelereng = mutel
      • keliling = kaholi
      • keluar = husa
      • keluarga = famili, keluarga
      • kemaluan laki-laki = ute
      • kemaluan perempuan = uwe
      • kemana = hapa
      • kemarin = nanila
      • kembali = hali, leli
      • kena = ria
      • kenal = atina
      • kening = wauri
      • kentut = ituta
      • kepala = ulo
      • kepala desa = latu, raja
      • kepangkatan = mara, upu
      • kepentingan = kepentingan
      • keras = makana, rua
      • kering = kalotolu
      • keringat = pasae
      • kerja = peseu
      • kertas = kertase
      • kerusuhan = kerusuhan
      • ketiak = kekelihunu
      • ketupat = katupa
      • kilap = kalala, kaleu, strelia
      • kilat = mitia
      • kira = kira
      • kiri = hakeke
      • kirim = katua
      • kita = ite
      • kita berdua = arua
      • kita punya = iter
      • kolera = kolera
      • konde = ulohuto
      • kopi = kopi
      • koporasi = koporasi
      • kosong = hukena
      • kota = kota
      • kotor = panosote
      • kristen = kristen
      • kuah = colo-colo
      • kuah = meita ulonu, meita
      • kuat = kuate
      • kuburan = huelu
      • kucing = mawo
      • kuku = talikilu
      • kukuruku = kukuruku
      • kulit = ulina, usana
      • kumpul = lehunu, lulu, tili
      • kumur = almumunu
      • kuning = porolu
      • kunyit = uninu
      • kupas = luke, ripi
      • kurang bergaul = nohoke
      • kurap = kikili
      • kursi = kadera
      • kurus = koki
      • kuskus = marilu
      • kusta = potolu
      • lagi = haluke, sala
      • lahir = jadi
      • lahirkan = liana
      • lain = eleta
      • laki-laki = undana
      • lalu = lalu
      • lama = lou, tuale, usa
      • lambat = awela
      • lampu minyak = padamaranu
      • langit = lanita
      • langsat = puanu
      • lantai = umena, umenu
      • laos- lakuase
      • lapar = luareneu
      • lari = lawa
      • larikae = rikelu
      • laut = laute
      • layar = leulu
      • lebih = lebi
      • leher = selenu
      • lelah = mahe
      • lembut = pasii
      • lempar = lisa
      • lengkap kona
      • lepas = tia
      • lewat = langgar
      • lewat = lewate, sui
      • licin = muala
      • lidah = male
      • lihat = kari’i
      • liliboi = lilipoi
      • lima = lima
      • lincah = kueta
      • listrik = listrik
      • lobang = nupelu
      • loteng = lalohahanu
      • lupa = matalinu
      • lutut = titaulunu
      • mabuk = kasili
      • mahal = mahale
      • main = palimenu
      • maka = maka
      • makan = kanu
      • makan ringan = tatoneta, tone
      • makanan = anuta
      • makola = katola
      • maksud = maksud
      • malaikat = malekat
      • malam = melenu, lupito
      • malas = pamalase
      • malu = pasasumiu
      • maluku = maluku
      • mana = hapa
      • mandi = hoi
      • mangkas = pameliu
      • manis = susunu
      • marah = mara
      • marga = fam, lumatau
      • marga = marga
      • mari = knei
      • masa = masa
      • masak = hutawo, hutuo, masa, suku
      • masak kembali = maleu
      • masalah = masala
      • masih = sala
      • masing, baku- lumanu
      • masuk = nusu
      • masukkan = katou
      • mata = matanu
      • mata kail = awilu
      • matahari = liamatanu
      • matang = wapenu
      • mati = mata
      • mau = na, nau
      • meja = lahuanu, lesa,
      • meja = meja
      • melenyeh = tone
      • melinjo = suwa
      • memandang = palawe
      • menanamkan = patananinu, lihat = tananinus
      • mendidih = horale
      • mengantuk = katatilo
      • mengapa = kula
      • mengelem = kapulu
      • menguap = nawaisi
      • menjangan = menjangan
      • menonton = palawe
      • mentah = mumata
      • menyapu = salaya
      • menyeberang = tita
      • menyelam = nuli
      • merah = routa
      • mereka = mati
      • mereka berdua = muatua
      • mereka punya = matir
      • mesin = mesin
      • mimpi = muni
      • minggu = misa
      • minta = sali
      • minum = ninu
      • minyak = wakilu
      • miskin = malarate
      • mobil = oto
      • moyang = moyang
      • muatan = malianu
      • muda = walenu, hilo
      • mufakat = mupakat
      • muka = walalinu, minanu
      • mulai = mulai
      • mulut = hihilu
      • mundur = helau
      • muntah = luwau
      • muntah-muntah = naluau
      • nafas = nawao
      • naik = hara, sa’a
      • nama = nalanu
      • nanah = nanai
      • nanas = arnasinu
      • nangis = rani
      • nanti = lali
      • nasi = ala
      • negeri = hina
      • nenek = nene
      • nikah = kawenu
      • nipis = nipis
      • numpang = sau
      • nyala = kalela
      • nyamuk = umuta
      • nyiru = sisata, takalase
      • obat = likatowanu
      • omong kosong = horale
      • orang = maka, mansia
      • orang asliuku = malia
      • orang dulu = orangtatuae
      • orang tua = orangtatua
      • osok kelapa = liuta
      • pacar = lewa
      • pada = ka, ria
      • padi = ala, padi
      • pagi = huluketenu, rina
      • pagi-pagi = hulu-huluketenu, kete-ketenu
      • paha = kalaka
      • pahit = mila
      • pai-pai = tahule
      • pak = pa
      • pakai = pake
      • pakaian = pakeu
      • pakis = lei
      • paku-paku = latalu
      • pala = pala
      • palapon = lalohahanu
      • paling = huralu
      • palu = martelu
      • pameli = pameliu
      • panah = husulu
      • panas = pikuta
      • panas matahari = pusua
      • panci = panci
      • pancing = huwanunu, panahu, nahu
      • pancuran = sasaluta, salu
      • pandangan = pandangan
      • panggal = uruna
      • panggil = hiha, kalou
      • pantai = laute
      • pantat = wakalu
      • papeda = lupia
      • parang = tulia
      • parut = luku
      • pasang = tunu
      • pasar = asalu, pasar
      • pasir = mulaenu
      • penyakit telinga = toe
      • perahu motor = speed
      • percik = suhu
      • perempuan = urpaenu, urpaenu
      • perempuan tua = atahina
      • pergi = kene, suwau
      • perigi = perigi
      • perkebunan = dusun
      • permana = pute
      • permukaan = ulinu
      • persiapan = persiapan
      • pertama = pertama
      • pertanyaan = pertanyaan
      • perut = tia
      • pesan = manolu, panou
      • pesawat = pesawat
      • petik = amili, tili
      • pikir = pikir
      • pikul = hala
      • pilih = amilih
      • pimpinan = kapitan
      • pinang = huwa
      • pincang = sikele
      • pindah = helau, suwau
      • pinggan = kole
      • pinggir = ulonu
      • pinggul = kaleke
      • pintar = pintar
      • pintu = alea
      • piring = pakului, pikalu
      • piru = pilu
      • pisah = pisa
      • pisang = ure
      • pisau = tuletenu
      • pohon = hulahulunu, salatenu
      • potong = rolo, soka
      • prahu = haka, sope-sope
      • prihal = sae
      • pucat = misi
      • pukul = hoha, hunu, nahu, rau, sau
      • pulan g- hotu, welau
      • pulau = hualu, nusa
      • puluh = hutu
      • puncak = uanu, ulunu
      • pundak = lahuanu
      • punggung = unua
      • punya = na
      • pusar = uselu
      • pusing = hatolo
      • putih = putita
      • rabo = sampitu
      • raja = latu
      • ramas = rami
      • rambut = walanu
      • rantai = rante
      • rasa = rasa
      • ratus = utu
      • reduh = rolanu, undina
      • rencana = rencana
      • renggang = hihi
      • ribu = usata
      • ribut = tole
      • ringan = tamuhila
      • rintangan = rola
      • robek = hisi
      • rok = rok
      • rokok = sarutu, rokok
      • rondah = luwai
      • rotan = ua
      • roti = brotu
      • rumah = luma
      • rumah adat = ta’ilanu
      • rumah kebun = so’o
      • rumah tangga = rumah tangga
      • rumpun = kulunu
      • rumput = unuhu
      • runut = lunuta
      • rupa = rupah
      • rupiah = rupia
      • rusak = pota, rika
      • sabtu = sabtu
      • sageru = tua
      • sagu = lupia
      • sagu lempeng = pao
      • saja = mana
      • sakit = hitinu, pali
      • salah = sala
      • salin = lihi
      • sama = palaha
      • sambal = sambal
      • sampai = nala
      • sandang = sakeke
      • santan = santanu
      • sapu = rekilu, salaya
      • sarung = tapi
      • satu = ienu, iana, na, tisa
      • satu-satu = sasa
      • saudara = leko
      • saudara = saudara
      • saudara laki-laki dari ibu = memo
      • saudara perempuan dari ibu = uwa
      • sauh = tanamata
      • saya = ai, au
      • saya punya = aku
      • sayap = ahena, ihena
      • sayur = utanu
      • sebab = sebab
      • sebelah = kalinu
      • sebentar = lohasa, sate
      • sedang = sedang
      • sedap = ntele
      • sedia = ria
      • sedikit = lohana
      • sejarah = sejara
      • sekali = paskali
      • sekarnag = sekarang
      • sekolah = skola
      • selat = selat
      • selatan = selatan
      • selesai = pea
      • selesaikan = paslata
      • seluruh = tounu
      • semadi = lisa
      • sembab = ha’anu
      • sembilan = siwa
      • sempurna = kona
      • semua = lalaina
      • semut = selimenu
      • senang = senang
      • senapan = hola
      • sendiri = kakisa
      • sendok = sondo
      • seng = tahi
      • seng ada = tahi
      • senin = mandag
      • seok-seok- kakoli
      • sepak = rutala
      • sepoi = hute
      • sepuluh = husaa
      • sepupuh = palehahati, renelu
      • seram = hualu, serane
      • serdawa = kotala
      • seseorang = sasasei
      • sesuatu = sesuatu
      • setelah = setelah
      • setengah kering = maher
      • setiap = ria
      • siang = luata
      • siap a- sei
      • siku = sio
      • siram = sohan, sahira
      • sisa = lisi
      • sisa-sisa = lisina, lisi
      • soa = uru
      • sopi = kalawater
      • sore = tarawau
      • suami = kawenu
      • suami saduara perempuan dari bapak = wate
      • sudah = mae, se
      • suka = suka
      • sukun = su’unu
      • sulung = pakamina
      • suntik = loro
      • supaya = supaya
      • surat = surate
      • suruh = siha
      • susah = susa
      • tabang = tala
      • tadi = niko
      • tahan = tahanu
      • tahu = tuenu
      • tahun = nalia
      • tajam = mouta
      • takut = paltau, ntau
      • tali = walita
      • tali bubu = wana
      • tali jangkar = hatateinu
      • tambah = liti
      • tanah = umenu
      • tanam = taha
      • tanaman = tananinu
      • tangan = lima
      • tangga = lianu
      • tangkap = pese
      • tanjung = titunu
      • tanya = pakunia
      • tarik = salu, lihi, tili
      • taroh = peu
      • tas = tase
      • tebal = hutilo
      • tebar = hiru
      • tebuh = utiho
      • tegel = tegel
      • teh = te
      • telan = rele
      • televisi = televisi
      • telingan = talina
      • telur = tilonu
      • teman = lalahane
      • tembak = tunu
      • tembaku = tabako
      • tembus = roro
      • tempat = wala
      • tempat pijak = sanisa
      • tempat sirih = ulite
      • tempat tidur = tapalanu
      • tengah = hatalae
      • tengah malam = ramalua
      • tenggorokan = gergantang
      • tentang = hilu
      • tenun = kasi
      • tepat = panuhu
      • teras = teras
      • terasi = blacang
      • terbakar = pikuta
      • terbang = rihu
      • terbenam = moro
      • tergelincir = hasala
      • terong = tolonu
      • tersalah = hasala
      • tersayat = apa
      • tertawa = hoka
      • terus = nanala
      • tetapi = po, tapi, tetapi
      • tetes = titi
      • tiang = lile
      • tidak = tahi
      • tidak ada = tahi
      • tidur = makeu, ntilo
      • tiga = tilu
      • tikam = roro, taha, tupu
      • tikar = haelu
      • tikus = undaha
      • tilur- mantilonu
      • timah = tamulu
      • timbah = repanu
      • timbah air = lalimata
      • timbang = nika
      • timur = hili, li, timulu
      • tindih = lepe
      • tindis = lepe
      • tinggal = tue
      • tinggi = atata
      • tipis = muni
      • toko = toko
      • tokoh = toko
      • tolong = tolon, tolong
      • tombak = tupa
      • tombak ikan besar = tatelata
      • tombak ikan kecil = kalawae
      • tongkat = toanu
      • tonton = lia, nonton
      • topan, lihuta
      • topi = capeo
      • tua = ntua, mutonu
      • tuak = sageru, sopi
      • tuang = silo
      • tuhan = tuhan
      • tujuan = tujuan
      • tujuh = itu
      • tulang = lulina
      • tuli = haruke
      • tulis = tuliu
      • tumang = tuman
      • tumbuhan = pandusta
      • tumbuhan merabat = hua-hua
      • tumbuhan merambat = walita
      • tumbuhan merambat besar = waweta
      • tumit = tolenu
      • tunas = ukuna
      • tunduk = moro
      • tunggu = lali
      • tunjuk = tope
      • turun = hotu, solou, toti
      • turunan = turunan
      • tusuk = rahikilu
      • tutup = riku, sahu’u
      • uang = pise, kepeng
      • udang laut = sasuati
      • udang tawar = untiho
      • udik = ulunu
      • uji = uji
      • ujung = matahuluna, titunu, uanu, ulunu, huhunu
      • ujur = sou
      • ulang = pakaheluke, paheluke
      • ular = nia
      • umpan = anae
      • umur = umuru
      • undang = kolou
      • untuk = ria
      • untung = untunu
      • usaha = usaha
      • usus = apona
      • utara = marmato
      • wajan = ulalite
      • wajid = waji
      • wakasihu = waesiho
      • waktu = pito, nala, waktu
      • walang = paparisa
      • wilayah = uli

      sumber:
      - protomalayans.blogspot.com
      - allangbakudapa.wordpress.com
      - wikipedia
      - dan sumber lain

      Bahasa Rao

      Bahasa Rao, adalah suatu bahasa yang dituturkan oleh suku Rao, yang mendiami daerah Rao-Pasaman, di Sumatra Barat, Indonesia.

      Bahasa Rao ini merupakan bahasa yang berhubungan erat dengan bahasa Batak Mandailing-Padang Lawas dan bahasa Minangkabau serta dengan bahasa Melayu, karena dalam perbendaharaan bahasa Rao banyak terdapat banyak kemiripan dengan bahasa-bahasa tersebut. Sepertinya bahasa Rao ini merupakan asimilasi antara bahasa Batak Mandailing-Padang Lawas dengan bahasa Minang.

      Tetapi menurut penuturan masyarakat Rao sendiri, bahwa bahasa Rao bukanlah bagian dari bahasa Batak Mandailing-Padang Lawas, Minang maupun Melayu. Melainkan menurut mereka, bahwa bahasa Rao justru lebih tua dari bahasa Minang dan bahasa Melayu, dan sudah berdiri sendiri sejak lama. Di Malaysia bahasa Rao disebut sebagai bahasa Rawa. Ada beberapa penulis yang mengartikan "Rao" sebagai "Rawa".

      Bahasa Rao ini termasuk ke dalam rumpun bahasa Malayo-Polynesian.

      Kamus sederhana bahasa Rao

      • ako = aku, saya
      • bolah = belah
      • bosar = besar
      • colah = celah
      • copek = cepat
      • dapek= dapat
      • dokek = dekat
      • gayo = gaya
      • ghajin = rajin
      • godang = besar
      • golop = gelap
      • iko = ini
      • ito = itu 
      • kodei = kedai
      • kolom = kelam
      • maken = makan
      • malom = malam
      • malop = malap
      • mato = mata
      • ompek = empat
      • pogi = pergi
      • poi = pergi
      • poken = pekan, pasar
      • rapat = ghapek
      • siko = sini
      • silop = silap
      • sinun = sana
      • sito = situ
      • solom = selam
      • somei = semai
      • sompek = sempat
      • token = tekan




      sumber:
      - protomalayans.blogspot.com
      - wikipedia
      - batakpost.com
      - melayuonline.com
      - dan beberapa sumber lain

      Bahasa Rokan

      Bahasa Rokan, disebut juga sebagai bahasa Melayu Rokan atau bahasa Rokan, dan disebut juga sebagai bahasa Batak Rokan.
      Bahasa Rokan ini dituturkan oleh etnis Batak Rokan yang mendiami kabupaten Rokan Hulu di provinsi Riau Daratan. Bahasa Batak Rokan, mengalami proses yang lama untuk menjadi suatu bahasa Rokan, karena bahasa yang terjadi disini kemungkinan bisa dikatakan sebagai asimilasi antara bahasa Batak Mandailing-Padang Lawas, Melayu, Rao dan bahasa Minang. Dalam perbendaharaan bahasa Rokan, banyak ditemukan kata-kata yang mirip bahkan sama dengan bahasa Batak Mandailing-Padang Lawas, Melayu, Rao dan Minang.

      Bahasa Rokan ini termasuk ke dalam rumpun bahasa Malayo-Polynesian, cabang dari rumpun bahasa Austronesian.

      Contoh bahasa Rokan:
      aku = saya
      pokan = pasar
      kodai = kedai, warung
      indow laii = tidak ada
      abang = abang, kakak laki-laki
      adek = adik
      oghang = orang
      ughang = orang


      sumber:
      - protomalayans.blogspot.com
      - wikipedia
      - krishadiawan.co.cc
      - dan beberapa sumber lain

      Bahasa Pasemah

      Bahasa Pasemah, adalah bahasa yang diucapkan oleh suku Pasemah di wilayah kabupaten Empat Lawang, kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu, dan di sekitar kawasan gunung berapi yang masih aktif, gunung Dempo di Sumatra Selatan. Bahasa Pasemah ini juga tersebar ke daerah-daerah di provinsi Bengkulu.

      Klasifikasi:  Austronesian: Malayo-Polynesian: Malayo-Sumbawan: North and East:Malayic: Malayo: Pasemah

      Kamus:
      • abang = merah
      • abu = abu
      • akagh = akar
      • aku = aku, saya
      • anak = anak
      • angat = hangat
      • angin = angin
      • anjing = anjing
      • api = api
      • asap = rokok
      • atap = atap
      • ati = hati
      • ayek = air
      • bahu = bahu
      • bangai = busuk
      • bapang = ayah
      • basah = basah
      • batu = batu
      • bawah = di bawah
      • beburu = berburu
      • bediri = berdiri
      • begawe = kerja
      • beghat = berat
      • bejalan = berjalan kaki
      • bekayuh = berenang
      • belakang = belakang
      • beli = beli
      • bemasak = masak
      • bemimpi = mimpi
      • benapas = bernafas
      • besak = tumbuh
      • besak = besar
      • besimbun = sembunyi
      • betine = perempuan
      • betul = benar
      • bini = istri
      • bintang = bintang
      • buah = buah
      • buka = buka
      • bukan = tidak
      • bulan = bulan
      • bulu = bulu
      • bunge = bunga
      • bunguk = lemak / minyak
      • burung = burung
      • cabang = cabang
      • cuping = telinga
      • dade = susu, payudara
      • dagha = darah
      • daging = daging
      • damping = dekat
      • dan = dan
      • danau = danau
      • datang = datang
      • daun = daun
      • debu = debu
      • di = di
      • di dalam = dalam, di dalam
      • di pucuk = di atas
      • die = dia
      • dimane = mana?
      • dingin = dingin
      • duduk = duduk
      • embus = tiup
      • empai = baru
      • gaghut = garuk
      • garam = garam
      • genggam = pegang
      • ghumah = rumah
      • ghumput = rumput
      • gigi = gigi
      • gigit = gigit
      • gucuh = pukul
      • gumbak = rambut
      • idung = hidung
      • idup = hidup
      • ijau = hijau
      • ikan = ikan
      • ikok = ekor
      • ilok = baik
      • ini = ini
      • itam = hitam
      • itu = bahwa
      • jaghum = jarum
      • jalan = jalan
      • jauh = jauh
      • jeme = orang / manusia
      • kaba = anda
      • kabut = kabut
      • kali = gali
      • kalu = jika
      • kami = kami
      • kanan = kanan
      • karuk = buruk
      • kayu = kayu
      • kebile = kapan?
      • kecik = kecil
      • keghing = kering
      • keting = kaki / kaki
      • kidau = kiri
      • kilat = petir
      • kulat = kotor
      • kulit = kulit
      • kuning = kuning
      • kutu = kutu
      • labalaba = laba-laba
      • laki = suami
      • lanang = laki-laki
      • landap = tajam
      • langit = langit
      • laut = laut
      • liagh = leher
      • libagh = luas
      • lidah = lidah
      • lukmane = bagaimana?
      • makan = makan
      • malam = malam
      • maling = mencuri
      • malu = malu
      • mate = mata
      • mati = mati
      • mbagi = bagi
      • mbelok = belok
      • mbunuh = bunuh
      • mendung = awan
      • mepak = kunyah
      • mikir = pikir
      • milih = pilih
      • minum = minum
      • mulut = mulut
      • muntah = muntah
      • naik = mendaki
      • name = nama
      • nanam = tanam
      • nangis = nangis
      • nciut = peras
      • ndengagh = dengar
      • ne lain = lain
      • nembak = tembak
      • netak = potong
      • ngalir = aliran
      • ngembang = bengkak
      • ngencang = ikat
      • ngerti = tahu
      • nggelang = cacing (cacing tanah)
      • ngguling = baring
      • ngicik = kata, bilang
      • nginak = lihat
      • ngisap = mengendus
      • ngisap = hisap
      • ngitung = hitung
      • nguap = menguap
      • nipis = tipis
      • njait = jahit
      • nujah = tusuk
      • nukar = lempar
      • nutuk = mengalahkan
      • nyamuk = nyamuk
      • nyilap = bakar
      • palak = kepala
      • pandak = pendek
      • panjang = panjang
      • pasir = pasir
      • peghut = perut
      • putih = putih
      • ribut = guntur
      • rombongan = mereka
      • sakit = sakit
      • sape = siapa?
      • sayap = sayap
      • sempit = sempit
      • semua = semua
      • siang = hari
      • takut = takut
      • tali = tali
      • tanah = tanah
      • tangan = tangan
      • tape = apa?
      • taun = tahun
      • tebal = tebal
      • teluw = telur
      • terbang = terbang
      • tetawe = tertawa
      • tiduk = tidur
      • tikus = tikus
      • tue = tua
      • tulang = tulang
      • tumpul = kusam, tumpul
      • tusuk = ludah
      • ujan = hujan
      • ulagh = ular
      • umak = ibu
      • umban = jatuh
      • usus = usus
      • utan = hutan

      bilangan:
      • sikuk = satu
      • due = dua
      • tige = tiga
      • empat = empat
      • lime = lima
      • enam = enam
      • tujuh = tujuh
      • lapan = delapan
      • sembilan = sembilan
      • sepuluh = sepuluh
      • due puluh = duapuluh
      • lime puluh = limapuluh
      • seratus = seratus
      • seribu = seribu

      sumber:
      - protomalayans.blogspot.com
      - antaranews.com
      - nformosa.webs.com

      - lampungpost.com
      - lampung.tribunnews.com
      - language.psy.auckland.ac.nz
      - learn-melanau.blogspot.com
      - en.wikipedia.org
      - dan beberapa sumber lain

      Bahasa Ogan

      Bahasa Ogan, adalah bahasa yang dituturkan sebagian besar masyarakat yang terdapat di Kabupaten Ogan Ilir (Tanjungraja, Inderalaya, Pemulutan, Muara Kuang), Ogan Komering Ilir (Pampangan, Tulung Selapan), dan Ogan Komering Ulu (Baturaja), Sumatra Selatan.

      Bahasa Ogan yang dituturkan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir atau tepian Sungai Ogan. Bahasa Ogan yang digunakan oleh masyarakat di tepian sungai Ogan dikenal salah satu suku dari rumpun Melayu yaitu suku Ogan. Batasan Suku Ogan dikenal adanya istilah, Ulu Ogan (daerah Kelumpang), Ogan Ulu (daerah kecamatan Pengandonan), Ogan Baturaja (Kota Baturaja), dan Ogan Ilir (daerah Lubuk Batang dan Muara Kuang).

      Klasifikasi:  Austronesian: Malayo-Polynesian: Malayic: Malayan: Ogan


      Kamus
      • aban = awan
      • abu = debu
      • abu = abu
      • akakh = akar
      • aku = aku, saya
      • ana' = anak
      • anjiŋ = anjing
      • an̄ut = mengalir
      • aŋin = angin
      • apə (ape)   = apa?
      • api = api
      • asap = rokok
      • atap = atap
      • ati = hati
      • awan = dan
      • akhi = hari
      • ayakh   = air
      • bapa' = ayah
      • basah = basah
      • batu = batu
      • bau = bahu
      • bəburu (beburu)   = berburu
      • bədənaŋ = berenang
      • bəgawi = bekerja
      • bəjalan = berjalan
      • bənax = benar
      • bəpikir = berpikir
      • bəsa' = besar
      • bətinə = wanita
      • bəkhaŋkat = berdiri
      • bəkhat = berat
      • biluk = belok
      • bini = istri
      • bintaŋ = bintang
      • buabuahan = buah
      • bulan = bulan
      • bulu = bulu
      • buŋə = bunga
      • buŋin = pasir
      • buruŋ = burung
      • busuk = busuk
      • ca'ciŋ = cacing (cacing tanah)
      • čupiŋ = telinga
      • dagiŋ = daging / daging
      • dahan = cabang
      • dalam = dalam, di dalam
      • danau = danau
      • dataŋ = datang
      • daun = daun
      • dakhah = darah
      • de'də = tidak
      • di = di
      • di bawah = di bawah
      • di pucu' = di atas
      • diə = dia
      • dimanə = mana?
      • diŋin = dingin
      • dudu' = duduk
      • əmpai = baru
      • galə = semua
      • gakham = garam
      • gəlap = petir
      • gəmu' = lemak / minyak
      • gigi = gigi
      • gumba' = rambut
      • guruh = guntur
      • iduŋ = hidung
      • idup = hidup
      • ijau = hijau
      • ikan = ikan
      • iku' = ekor
      • iluk = baik
      • ini = ini
      • itam = hitam
      • itu = bahwa
      • jàhat = jahat
      • jalan = jalan / jalur
      • jantan = laki-laki
      • jauh = jauh
      • jakhum = jarum
      • jəmə = orang / manusia
      • kabut = kabut
      • kalu = jika
      • kamah = kotor
      • kami = kita
      • kamu = anda
      • kanan = kanan
      • kandal = tebal
      • kayu = kayu
      • kəbilə = kapan?
      • kəci' = kecil
      • kəci' = sempit
      • kətiŋ = kaki
      • kəkhiŋ = kering
      • kiri = kiri
      • kitə = kita
      • kulit = kulit
      • kuniŋ = kuning
      • kutu = kutu
      • lain = lain
      • laki = suami
      • landap = tajam
      • laŋit = langit
      • laut = laut
      • liakh   = leher
      • libakh   = luas
      • lidah = lidah
      • makan = makan
      • malam = malam
      • maliŋ = mencuri
      • malu = malu
      • masak = masak
      • matə = mata
      • mati = mati
      • ma'manə = bagaimana?
      • mbəlah = bagi
      • mbəli = beli
      • mbəŋka' = bengkak
      • mbuka' = buka
      • mbunuh = bunuh
      • məliukh   = ludah
      • məpa' = kunyah
      • məkhah = tekan
      • məkhəbaŋ = terbang
      • milih = pilih
      • mimpi = mimpi
      • minum = minum
      • m̃ium = endus, cium
      • mikhah = merah
      • mukul = pukul
      • mulut = mulut
      • namə = nama
      • n̄amuk = nyamuk
      • nanam = tanam
      • naŋis = nangis
      • napas = nafas
      • nəi' = daki, manjat
      • nəta' = potong
      • nimbak = tembak
      • nipis = tiup
      • niup = tiup
      • njait = jahit
      • nujah = tusuk
      • nunu = bakar
      • nutu' = kalahkan
      • ŋali = gali
      • ŋan = engkau
      • ŋaniŋ = dengar
      • ŋakhut = mengikat, kencangkan
      • ŋəca' = mengadakan
      • ŋgakhu = menggaruk
      • ŋgigit = menggigit
      • ŋina' = melihat
      • ŋisap = mengisap
      • ŋituŋ = menghitung
      • ŋuap = menguap
      • ŋumbai = membuang
      • ŋumuŋ = mengatakan
      • pala' = kepala
      • panda' = pendek
      • panjaŋ = panjang
      • paras = hangat
      • para' = dekat
      • pəkhut (pekhut)   = perut
      • puŋguŋ = belakang
      • putih = putih
      • sakit = sakit
      • sapə = siapa?
      • sayap = sayap
      • səmbun̄ɪ = sembunyi
      • susu = susu, payudara
      • takut = takut
      • tali = tali
      • tanah = bumi / tanah
      • taŋan = tangan
      • tau = tahu, mengerti
      • taun = tahun
      • təlukh   = telur
      • təmutah = muntah
      • tətawə = tertawa
      • tidukh   = tidur
      • tidukh   = baring
      • tikus = tikus
      • titi' = jatuh
      • tuə = tua
      • tulaŋ = tulang
      • tumbuh = tumbuh
      • tumpul = kusam, tumpul
      • ujan = hujan
      • ulakh   = ular
      • uma' = ibu
      • utan = hutan
      • walawa = laba-laba
      • khumah = rumah
      • khumput = rumput
      • mikhah = merah
        bilangan:
        • sijat = satu
        • duə (due) = dua
        • tigə (tige) = tiga
        • əmpat = empat
        • lime  = lima
        • enam  = enam
        • tujoh  = tujuh
        • lapan  = delapan
        • sembilan  = sembilan
        • sepuloh  = sepuluh


        sumber:
        - tambahan: jajank
        - dan beberapa sumber lain